Syair nasihat karya Ahmad alumni MA AL-SYAHNI
Syair tidak asing bagi kita masyarakat Indonesia, ada banyak ragam jenis syair yang ada di Indonesia ada syair itu berupa nasihat, lawakan, dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri kebanyakan syair berupa nasihat atau pembelajaran yang mengarah agar kita para pendengar atau pembaca tidak salah langkah dalam bertindak. Nah, pada artikel kali ini kami akan menampilkan sebuah syair yaitu "nasihat untuk diri sendiri" yang dikarang oleh Ahmad Khairani, Salah seorang mahasiswa dari jurusan ilmu akidah dan filsafat Islam UIN SUSKA RIAU, beliau merupakan alumni/angkatan ke 2 MA AL SYAHNI KUALA RUMBAl lulusan tahun 2018. yang mana pada syair yang dikarangnya ini lebih bercorak religi yaitu ada keterkaitan dengan kajian ilmu tauhid dan tasawuf, menurut Ahmad syair ini dikarang bukan sebagai sarana pengajaran terhadap pihak manapun melainkan tujuan syair ini dikarang hanya sebagai nasihat untuk diri Al-faqir sendiri bila mana kelak Al-Faqir menjadi orang yang jauh dari jalan kebenaran, maka dengan adanya syair inilah Al-faqir harap mampu menasihati diri Al-faqir sendiri untuk kembali kepada jalan kebenaran kelak. Pembaca sudah penasaran kan gimana syairnya!!!, penulis sarankan bagi para pembaca yang tidak mengerti arah Syair ini kemana sebaiknya tidak perlu berkomentar aneh-aneh deh, ambil nasehatnya semoga bermanfaat, ini syair bercorak tasawuf dan tauhid. Berikut syairnya:
Menuntut ilmu amat wajibnya
Ilmu dimaksud yaitu agama
Carilah guru pembimbing kita
Agar selamat hingga kesurga
Mencari guru yang seharusnya
Sampai kerasul sanad ilmunya
Jika tesalah sangat bahaya
bisa tersesat kafir hasilnya
Pandanglah guru dari istiqomahnya
Dalam mengurusi ilmu agama
Memandang guru sangat salahnya
Jika dipandang dari khasafnya
Memaham ilmu tiadalah pusing
Jikalau punya guru pembimbing
Ilmu makrifat memanglah penting
Tetapi syariat Jangan dibanting
Sangat banyak diakhir zaman
Orang menuntut ilmu kesempurnaan
Tetapi syariat dia lupakan
Sehingga sholat tiada dikerjakan
Barang siapa mengenal diri
niscaya kenal pada ilahi
Itulah sabda hadisnya nabi
janganlah sampai tesalah arti
Dalam belajar ilmu makrifat
Banyak-banyaklah engkau bertaubat
Jangan tinggalkan ilmu syariat
Banyak berzikir juga sholawat
Orang sombong banyak tandanya
Salah satunya tidak menyapa
Tetapi sombong paling bahaya
Mengaku diri Allah ta'ala
Dalam belajar ilmu kesempurnaan
Musuhmu nafsu jugalah setan
Jikalau tiada kuatnya iman
Bisa Mengaku menjadi Tuhan
Ilmu tauhid pengokoh kita
Ilmu tasawuf pembersih jiwa
Sedangkan syariat fiqih maksudnya
Jangan tertinggal pelajari semua
Jika menuntut ilmu agama
Harus berguru ikuti ulama
Jangan memaham dengan sendirinya
Awas bahaya sesat nantinya.
syariat umpama kendaraan kita
tarekat itu ibarat jalannya
Sedangkan hakikat tempat bekerja
Mendapatkan gajih makrifat maksudnya.
Nah itu adalah syair karangannya!!! Menurut penulis ini sangat bermanfaat, maka dari itu marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menyeimbangi ibadah kita terutama kita betulkan diri kita serta Istiqomahkan dalam menjalankan syari'at Islam, agar mudah kita kelak menggapai tahapan ma'rifatullah. Semoga bermanfaat 🙏
Komentar
Posting Komentar